Menurut Mikron di kelurahan juga ada satgas yang bisa di aktifkan kembali satgas desa tangguh bencananya atau kecamatan tangguh bencana yang belum ada bisa dibentuk dulu karena segala antisipasi yang dilakukan pemerintah itu sudah maksimal, namun masyarakat yang masih belum paham dalam mengantisipasi bencana.

“Kami harap masyarakat lebih akrab dengan bencana karena selama ini mereka terlihat hanya siap saja tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” ujarnya.

Oleh karena itu BPBD Babel sangat konsen merangkul perangkat dikelurahan untuk dapat mengaktifkan perangkatnya agar dapat menyosialisasikan kebencanaan dan mitigasi bencana ke masyarakat sehingga nantinya masyarakat lebih siap menghadapi terjadinya bencana.

Baca Juga  Tahun 2022, Nilai Investasi ke Bangka Belitung Capai 8.17 Triliun Rupiah

“Kami berharap perangkat kelurahan dapat memberi pemahaman ke masyarakat bagaimana upaya mencegah jika terjadinya bencana sehingga cepat-cepat melakukan pengungsian dengan pengerukan, serta pembesaran air dan got,” tutup Mikron.**