Selama terombang-ambing berada di atas ponton di tengah lautan, mereka terus membuat api menggunakan botol air mineral. Dengan harapan api tersebut bisa dilihat kapal atau nelayan yang melintas kemudian menghampiri mereka.

“Kalau dia mati kami hidupkan lagi dan sambil berdoa berharap ada yang lihat kami. Kalau makanan, sudah habis, jadi tinggal air minum saja, jadi untuk menambah energi, kami panaskan air mineral selama di atas ponton,” ungkap Sunar.

Sebelumnya, 3 orang pekerja tambang timah asal Desa Bakit, Kecamatan Parittiga yang sempat dikabarkan hilang di perairan laut Tembelo, Kecamatan Mentok pada Selasa (26/9/2023) malam kemarin akhirnya sudah ditemukan.

Ketiga korban pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan pada Kamis (28/9/2023) sekira pukul 09.34 WIB dalam keadaan selamat. Pada titik koordinat 2° 4’51.00″S 105° 7’10.88″E dengan jarak 1 Nm dan heading 196° dari Last Know Position (LKP).

Baca Juga  Tim Gabungan Polairud Babar Tangkap Pelaku Penambangan Ilegal di Teluk Inggris

Atau tempat pertama ketiga korban ini dinyatakan hilang. Informasi mengenai korban telah ditemukan ini dibenarkan oleh Koordinator Pos Siaga SAR Mentok Supani saat dikonfirmasi di Puskesmas Mentok pada Kamis (28/9/2023) pagi.

“Untuk radius ketiga korban ditemukan berdasarkan informasi dari pemilik ponton Bapak Risma, bahwa dari anak buahnya di atas ponton posisi mereka sudah hampir memasuki perairan Provinsi Jambi. Jadi mereka hanyut sampai ke sana,” ungkapnya.