2. Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang adalah jenis sakit kepala yang bisa terjadi di bagian depan, belakang, dan samping kepala hingga leher. Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi seakan kepala ditekan dan diikat dengan sangat kuat karena otot-otot pada kepala dan leher yang mengencang.

Kondisi ini terkadang juga disertai dengan nyeri yang berdenyut. Rasa nyeri tersebut bisa menjalar atau berpindah ke pelipis, kepala bagian atas, lalu kepala bagian depan, sampai ke leher. Kondisi ini umumnya bisa membaik dengan perawatan mandiri di rumah seperti minum obat painkillers (asetaminofen, ibuprofen, natrium diklofenak, dan lain-lain).

3. Migrain

Migrain adalah kondisi yang cukup umum dialami. Biasanya, kondisi ini menimbulkan rasa nyeri berdenyut yang dimulai pada satu sisi kepala bagian depan atau pelipis di mana serangannya dapat terjadi secara berulang selama 4–72 jam. Terjadinya migrain sering kali diawali dengan gejala gangguan visual dan sensorik (migrain dengan aura). Migrain yang tanpa didahului oleh gejala atau tanda-tanda, maka disebut dengan migrain tanpa aura.

Baca Juga  Penyebab dan Cara Mencegah Jerawat Wanita Wajib Tahu

Gejala lain dari migrain adalah mual, muntah, depresi, kelelahan, serta lebih sensitif terhadap cahaya dan suara.

4. Sinusitis

Sinusitis adalah salah satu kondisi yang bisa menjadi penyebab sakit kepala bagian depan dekat mata. Biasanya, gejala sinusitis juga meliputi rasa nyeri di bagian wajah dan gigi. Nyeri tersebut akan semakin kuat ketika bagian bawah mata atau samping hidung ditekan.

Sinusitis bisa terjadi secara akut atau kronis, di mana sinusitis akut biasanya disebabkan oleh alergi atau pilek. Sementara itu, sinusitis kronis merupakan sinusitis yang berlangsung selama lebih dari 12 minggu bahkan bisa berbulan-bulan walaupun telah mendapatkan penanganan dan sering kambuh.

5. Arteritis Temporalis

Baca Juga  Bolehkah Berhubungan Saat Hamil Muda?, Ini Jawabannya

Arteritis temporalis merupakan kondisi yang bisa memicu sakit kepala bagian depan karena adanya pembengkakan pada pembuluh darah di pelipis dan belakang mata. Nyeri akibat kondisi ini bisa semakin hebat ketika penderita sedang mengunyah atau menyisir rambut.

Arteritis temporalis (giant cell arteritis) biasanya dialami oleh orang berusia lebih dari 50 tahun. Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan dengan segera karena dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan penglihatan.(Dilansir dari Siloamhospitals.com)