Pj Gub Sebut Jamkrida Tidak dalam Kondisi Baik, Suganda: Kita Tunggu Hasil Audit
Direktur Jamkrida Babel, Syainuddin Lukman mengatakan di Januari 2023 lalu Pemprov Babel sudah sepakat menambah setoran modal Rp 15 miliar, namun di anggaran perubahan belum bisa dicairkan meski sudah disahkan oleh DPRD Babel.
“OJK menekan modal terus ke kita karena jika tidak kita akan dibekukan dulu. Namun alhamdulillah meski memakan waktu, Januari 2023 kemarin Pemprov Babel menambah setoran modal Rp 15 miliar dan sudah disahkan DPRD Januari 2023 lalu, meski belum bisa dikucurkan saat ini,” ujarnya.
Disamping itu Syainuddin berharap Himpunan Bank Negara (Himbara) dapat bekerja sama dan bermitra dengan Jamkrida Babel meski kapasitasnya sedikit karena cukup banyak kompetitor lain seperti Jamkrindo dan Askrida.
“Kita minta kapasitas sedikit aja 2-3 persen kepada perbankan Himbara. Kita sudah ada komunikasi meski belum bisa menyentuh ke situ namun ini salah satu upaya kita menjalin kerja sama,” ujarnya.
Ia menambahkan Jamkrida terus didorong oleh pemerintah untuk hadir di semua provinsi karena kehadiran Jamkrida ini sangat membantu pemerintah, di mana pelaku usaha yang tidak bisa diakomodir perbankan namun bisa di akomodir oleh Jamkrida untuk bisa menambah modal usaha.
“Kita berbisnis selalu ada resiko sehingga perbankan yang NPL nya kecil bisa memberi kredit tapi jika NPL nya tinggi tidak bisa perbankan itu memberi kredit. Dan Jamkrida terus didorong oleh pemerintah untuk hadir dan kini Jamkrida sudah ada di 18 provinsi,” ujarnya.*

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.