TIMELINES.ID- Pada dasarnya, pengobatan gangguan paranoid sama seperti penanganan gangguan kepribadian lainnya. Namun, pengobatan untuk kondisi ini cenderung lebih sulit dilakukan karena pasien gangguan paranoid kerap mencurigai dan tidak percaya dengan orang lain, termasuk dengan psikolog/psikiater.

Oleh karena itu, seorang psikolog/psikiater akan mencoba untuk membangun hubungan yang kooperatif dengan pasien sebelum melakukan pengobatan.

Setelah itu, psikolog/psikiater dapat melanjutkan prosedur pengobatan gangguan paranoid melalui beberapa penanganan medis, di antaranya sebagai berikut.

1. Psikoterapi

Salah satu jenis psikoterapi yang umum dilakukan untuk menangani gangguan paranoid adalah terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT).

Terapi ini dianggap sebagai metode pengobatan yang efektif untuk membantu pasien dalam menyesuaikan pola pikir serta perilaku yang menyimpang.

Baca Juga  200 Viral Obat Fomepizole Tiba di Indonesia, Didatangkan Dari Jepang 

2. Pemberian Obat-obatan

Apabila gangguan paranoid disertai dengan gangguan cemas hingga depresi parah, seorang psikiater dapat membantu meredakan kondisi tersebut dengan meresepkan obat-obatan tertentu, seperti:

●Antidepresan, seperti fluoxetine, sertraline, atau amitriptyline.
●Antipsikotik, seperti haloperidol atau thioridazine.
●Anticemas, seperti alprazolam, diazepam.

3. Dukungan dari Orang Terdekat