Hal senada, diungkapkan juga oleh para kepala OPD lainnya yang secara bergantian menjelaskan terkait hambatan dan penyelesaian yang akan diupayakan, supaya anggaran dapat terserap maksimal sesuai harapan Pj Gubernur yakni di atas 90 persen.

Selain menyoal serapan anggaran tahun anggaran 2023, dalam pertemuan tersebut dibahas juga strategi efisiensi dalam penyusunan anggaran TA 2024. Hal tersebut perlu dilakukan sebab secara nasional anggaran bersumber transfer pusat ke daerah berkurang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Dari hitungan yang ada, di tahun 2024 memang dimungkinkan terjadi defisit, ini terjadi karena anggaran transfer dari pusat berkurang cukup banyak, harapannya masing-masing OPD bisa efisien dan betul-betul menghitung secara cermat sehingga anggaran yang terbatas bisa tetap tepat guna untuk masyarakat,” kata Suganda.

Baca Juga  Pengisian Jabatan di Pemprov Babel Terkesan Mandek, DPRD Temui BKN

Dia menambahkan akan secara optimal mengawal hal tersebut, diantaranya dengan memberikan reward dan punishment terkait realisasi anggaran, karena salah satu indikator tercapainya output serta outcome dari program di OPD, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari program yang telah dianggarkan.

“Reward dan punishment pasti ada, nanti kita lihat siapa yang berkinerja dengan baik, tentu nanti akan kita evaluasi bersama,” pungkas Suganda. (**)