Kemudian pada bulan Agustus 2023 kemarin, pihaknya kembali membuka operasi SAR gabungan di Desa Bakit, Kecamatan Parittiga usai mendapat informasi adanya pekerja tambang yang hilang. Sementara yang terakhir pada akhir bulan September kemarin.

“Yang terakhir itu di Mentok karena ada 3 orang pekerja tambang yang hanyut di perairan Tembelok. Dari 6 operasi SAR tersebut, kami mencatat ada korban yang berhasil selamat dan korban yang meninggal dunia,” ungkap Supani.

“Kalau yang berkaitan dengan ponton kemarin semuanya selamat, banjir tidak ada korban jiwa hanya kerugian materil, yang lainnya bisa dikatakan merenggut nyawa,” tambah Supani.

Atas rentetan bencana alam dan insiden yang terjadi tersebut, lelaki yang akrab disapa Pani tersebut mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati. Ia juga meminta setiap kegiatan di perairan lebih memperhatikan keselamatan sekecil apa pun. (**)

Baca Juga  Sepanjang 2024, TNI AD Berencana Bangun 10 Titik Sumber Air di Bangka Barat