Kendati demikian Leo mengakui terjadi penurunan daya beli masyarakat hingga 20 persen dari kondisi biasanya.

“Tetap ada penurunan penjualan. Uang lagi susah dicari apalagi timah juga sedang susah. Ini sangat mempengaruhi dan turun sekitar 20 persen penjualan kami,” katanya.

Normalnya, menurut dia, sektor perkebunan kelapa sawit juga mempengaruhi peminat emas. Sedangkan, apabila masuk harga timah tinggi maka pasar emas juga akan ikut ramai.

“Kita masih bergantung pada sektor perkebunan kelapa sawit. Emas ini akan ramai pembeli apabila harga timah mahal. Pasar emas ramai itu biasanya jatuh pada setiap hari besar Tahun Baru, Lebaran Idul Fitri dan harga timah yang tinggi,” katanya. (**)

Baca Juga  Penjaring Ikan yang Terseret Arus di Pelabuhan Jelitik Ditemukan Tewas