“Orang dengan penyakit jantung, asma, emfisema atau penyakit pernapasan lainnya sangat sensitif terhadap polusi udara. Masalah kesehatan lain yang diperburuk oleh pembakaran sampah termasuk infeksi paru-paru, pneumonia, bronkiolitis dan alergi,” kata mantan camat Mendo Barat ini.

Dia menambahkan, meski sekilas terlihat praktis dan sampah langsung hilang, membakar sampah secara terbuka bisa membahayakan kesehatan dalam jangka panjang.

“Mari kita saling menjaga satu sama lain agar tidak merugikan lingkungan sekitar. Peduli makhluk dan peduli akan lingkungan adalah suatu bentuk akhlak yang terpuji,” kata Ismir. (**)

Baca Juga  Dinas Lingkungan Hidup Bangka Bongkar 12 Titik Bak Sampah