KESEHATAN,TIMELINES.ID- Gelisah disertai jantung berdebar merupakan perasaan yang tidak nyaman. Setiap orang mungkin pernah mengalaminya, namun dengan pemicu yang berbeda-beda.

Salah satu penyebab gelisah dan jantung berdebar adalah gangguan cemas atau mengidap penyakit tertentu, seperti gangguan irama jantung (aritmia). Kedua kondisi ini bisa juga disebabkan oleh gaya hidup, misalnya kebiasaan merokok dan mengonsumsi kafein secara berlebihan.

Mari ketahui lebih lanjut tentang penyebab gelisah dan jantung berdebar serta cara mengatasinya dalam ulasan di bawah ini.

Penyebab Gelisah dan Jantung Berdebar

Penyebab gelisah dan jantung berdebar pada setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung dari seberapa sering keluhan terjadi, umur, riwayat obat-obatan yang dikonsumsi, serta gaya hidup yang diterapkan sehari-hari. Jadi, langkah terbaik untuk memastikan penyebab gelisah dan jantung berdebar adalah dengan memeriksakan diri ke dokter.

Baca Juga  Dokumen SPK Timah Tidak Berlaku, Satu Unit TI Tower Diamankan Ditpolairud Polda Babel

Namun, secara umum perasaan gelisah dan jantung berdebar dapat dipicu oleh beberapa kondisi berikut ini.

1. Gangguan Cemas

Gangguan cemas merupakan salah satu penyebab rasa gelisah dan cemas pada seseorang. Kondisi ini dapat disebabkan oleh fobia terhadap sesuatu, stres, atau beberapa serangan dari luar yang berpengaruh pada kondisi psikis.

Selain gelisah dan jantung berdebar, kondisi ini juga dapat menimbulkan gejala fisik lain, seperti nyeri kepala, hiperventilasi (napas cepat ketika panik), keringat berlebihan, nyeri perut, kesulitan berbicara, tersedak, dan tubuh gemetaran.

2. Gangguan Psikosomatis

Gangguan psikosomatis adalah masalah kesehatan mental yang berdampak pada kesehatan fisik. Di mana, jantung berdebar sangat kencang merupakan salah satu gejala psikosomatis yang sangat umum terjadi, terutama ketika pengidapnya sedang mengalami stres dan merasa gelisah.

Baca Juga  Korlantas Polri Resmi Tutup Operasi Ketupat 2023

Tanda seseorang mengalami gangguan psikosomatis adalah merasakan sejumlah gejala fisik tanpa penyebab yang jelas. Ketika dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang oleh dokter, tidak ditemukan adanya kelainan pada hasil pemeriksaan yang merujuk pada penyakit apa pun.

3. Penyakit Hipertiroid

Penyebab gelisah dan jantung berdebar berikutnya adalah penyakit hipertiroid, yakni kondisi di mana kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid terlalu banyak. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, namun lebih sering dialami oleh wanita.

Pasalnya, kondisi ini dapat menyebabkan pengidapnya mengalami tremor, mudah berkeringat, sulit tidur, gelisah, penurunan berat badan, diare, gangguan pada siklus menstruasi, serta detak jantung lebih cepat pada kondisi tertentu.

4. Aritmia (Gangguan Irama Jantung)

Jantung berdebar kencang juga bisa menjadi salah satu tanda seseorang mengalami aritmia atau gangguan irama jantung. Selain jantung berdebar-debar, kondisi ini juga dapat menyebabkan jantung berdetak secara lambat atau tidak teratur.

Baca Juga  Pengemudi Ojek Online Dapat Sembako Dari Presiden Jokowi

Pada kondisi yang serius, aritmia dapat menyebabkan penderitanya kehilangan kesadaran dan mengalami penurunan tekanan darah secara drastis. Aritmia dapat dideteksi melalui pemeriksaan jantung, seperti EKG (elektrokardiogram).

5. Gaya Hidup

Selain masalah kesehatan tertentu, penyebab gelisah dan jantung berdebar lainnya adalah gaya hidup sehari-hari, seperti kebiasaan merokok, bergadang, mengonsumsi alkohol dan kafein secara berlebihan.

Minum kopi dalam jumlah takaran yang tepat dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, kopi dapat menimbulkan efek jantung berdebar kencang, cemas, dan gelisah sekaligus. Hal ini terjadi karena kandungan kafein dalam kopi dapat merangsang sistem saraf pusat untuk mengirimkan sinyal waspada, sehingga membuat gejala-gejala tersebut muncul.

6. Dehidrasi Berat