Mikron menambahkan, untuk kekeringan juga meningkat signifikan dan merata karena tujuh kabupaten kota sudah menginformasikan bahwa mereka kekurangan peralatan angkut air menuju ke lokasi masyarakat.

“Fasilitas atau peralatan seperti mesin pompa air, tedmond, pompa, selang itu bisa menggunakan anggaran biaya tak terduga (BTT) atau dana siap pakai. Namun untuk pengadaan mobil tidak bisa karena itu harus dianggarkan dulu dari anggaran rutin,” kata Mikron.

Untuk Kota Pangkalpinang, dia menambahkan, sudah ada 31 kelurahan yang terdampak kekeringan dan di kabupaten lain seperti Bangka tengah dan Belitung juga sudah melaporkan kekeringan air.

“Tim reaksi cepat multi sektor akan kita bentuk di tujuh kabupaten kota dan dari mereka nanti akan membentuk posko di kecamatan dan kelurahan karena mereka harus lihat dulu apakah terjadi karhutla dan kekeringan di daerahnya,”kata Mikron. (**)

Baca Juga  BPBD Babel Edukasi Lurah dan Camat Antisipasi Kebakaran Hutan