Selain itu, histoplasmosis juga bisa menimbulkan luka pada kulit, nyeri sendi, hingga pembesaran hati dan limpa.

5. Kriptokokosis

Spora jamur Cryptococcus neoformans penyebab kriptokokosis banyak terkandung dalam tanah yang tercampur kotoran burung dan tumbuhan, seperti kayu yang sudah lapuk. Jamur ini bisa menyerang kucing liar maupun kucing peliharaan.

Pada kucing, kriptokokosis paling sering terjadi di hidung. Namun, infeksi ini juga bisa menyerang kulit dan dan otak, serta dapat dengan mudah menyebar ke seluruh tubuh.

Kriptokokosis akibat jamur pada kucing yang terjadi di hidung ditandai dengan hidung kucing yang membengkak, mengeluarkan banyak cairan, dan munculnya polip di rongga hidung. Bila terjadi di kulit, kriptokokosis akan menyebabkan timbulnya bintil dan luka pada kulit kucing.

Baca Juga  Mau Beli Handphone di Bawah 4 Juta Ini Rekomendasinya

Sementara itu, jika jamur pada kucing ini sudah menyerang otak, kucing bisa mengalami gejala meningitis, seperti pingsan, koma, kejang, atau bahkan kematian.

6. Sporotrichocis

Infeksi akibat jamur pada kucing lainnya adalah sporotrichocis yang disebabkan oleh spora jamur Sporothrix schenckii. Jamur ini bisa menular dan menginfeksi kucing melalui saluran pernapasan. Namun, spora jamur penyebab sporotrichocis juga bisa masuk ke tubuh kucing melalui luka terbuka akibat cakaran atau gigitan kucing lain.

Sporotrichocis biasanya menginfeksi kulit kucing dan menyebabkan abses serta luka yang makin parah dan sulit mengering. Infeksi ini juga akan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening yang memicu timbulnya benjolan di bawah bagian kulit kucing yang terinfeksi.

Baca Juga  Fungsi Pemanasan sebelum Renang, Ingat Ini Wajib Dilakukan

Bahkan, infeksi sporotrichocis berpotensi menyebar ke bagian tubuh kucing yang lain, di antaranya tulang, hati, dan paru-paru.

Cara Menangani Jamur pada Kucing

Infeksi jamur pada kucing merupakan salah satu masalah kesehatan pada kucing yang perlu ditangani oleh dokter hewan. Setelah kucingmu terdiagnosis menderita infeksi jamur, dokter hewan dapat memberikan obat antijamur.

Untuk mengobati infeksi jamur yang menyerang kulit kucing, dokter bisa memberikan salep atau krim antijamur, seperti miconazole dan ketoconazole.

Sementara untuk infeksi jamur yang luas di kulit atau yang menyerang organ di dalam tubuh kucing, obat antijamur diberikan dalam bentuk tablet atau sirup, seperti itraconazole, fluconazole, ataupun terbinafine.

Dokter hewan juga mungkin akan memberikan suplemen atau vitamin tambahan untuk menambah nafsu makan kucingmu dan mendukung pertumbuhan rambut kucing yang rontok atau botak.

Baca Juga  Rencana Kenaikan Biaya Haji Hingga 30 Jutaan Rupiah, DPR RI Desak Kemenag RI Meninjau Kembali

Tak hanya itu, dokter hewan juga mungkin akan menyarankan untuk membersihkan semua barang milik kucing kesayanganmu, seperti karpet, tempat tidur, dan mainan kucing. Ini karena barang-barang tersebut berpotensi menjadi sarang jamur yang bisa membuat kucingmu kembali terinfeksi.

Apabila semua barang milik kucing telah dibersihkan tetapi infeksi akibat jamur pada kucing kembali terjadi, kamu perlu membawa kucingmu ke dokter hewan agar dokter dapat memberikan penanganan yang tepat.(Dilansir dari Alodokter.com)