“Jadi kita hanya menerima serta bantu teknis di lapangan saja. Alhamdulillah, ini sudah terbagi secara merata karena untuk Kecamatan Mentok dan Kelapa, operasi pasar subsidi sudah kita gelar tahap satu pada bulan Juli tahun 2023 kemarin,” ungkap Aidi.

Ia berharap, operasi pasar bisa membantu meringankan beban masyarakat dalam kondisi ekonomi yang kurang begitu stabil saat ini. Diharapkan melalui kegiatan ini bisa menekan angka inflasi khususnya untuk beras sehingga paling tidak, penerima tidak membeli beras terlebih dahulu.

“Karena hukum pasar itu agak menurun permintaan sehingga harga diharapkan akan menurun. Untuk tahun depan kita tergantung dari pemerintah pusat dana insentifnya itu nanti kita lihat lagi. Mudah-mudahan kabupaten kita dapat di tahun depan,” ungkapnya.

Baca Juga  Riandi, Eks NasDem yang Tidak Lama Lagi akan Pimpin PSI Bangka Barat

“Intinya seluruh desa kecuali beberapa desa, ada dua desa yang yang menolak kalau tidak salah dari empat kecamatan kemarin kita beri porsi antara 100 sampai 150 paket per desanya. Merata kita tergantung jumlah penduduk,” kata Aidi. (**)