Joni juga sudah berulang kali meminta haknya tersebut dikembali sebesar Rp 12.000.000, tetapi selalu menemukan jalan buntu dengan alasan manajemen sudah berubah.

“Sudah berulang kali mediasi, pada 4 Oktober 2023 saya juga mengirimkan surat untuk pengembalian uang muka hunian perumahan tersebut, karena sampai sekarang tidak ada mendapatkan unitnya,” tuturnya.

“Saya hanya minta hak saya,  sudah berkali-kali menghubungi dua orang pihak pengelola yang lama namun tidak ada kejelasan dari mereka, dari informasi terakhir yang saya dapatkan dan menurut pihak perusahaan, pembelian rumah saya itu sudah dibatalkan oleh mereka, padahal saya tidak pernah mengetahui terkait pembatalan sepihak tersebut,” imbuhnya.

Kesal tak juga ada kejelasan, akhirny Joni resmi melaporkan Developer Azelea Garden Toboali ke Polres Basel.

Baca Juga  Tak hanya Kidal, Pria di Desa Panca Tungal juga Diciduk Lantaran Sebar Video Syur

“Saya sangat kecewa dengan Developer karena seolah olah lepas tangan dan saya merasa di tipu oleh developer tersebut karena hingga sekarang belum ada itikad baik developer atas kejelasan hunian tersebut,” pungkasnya.

Terpisah, timelines.id berupaya mengonfirmasi manajemen Azelea Garden agar dapat memberikan hak jawab.