BANGKA, TIMELINES.ID – Petani di Desa Zed, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka mengaku bingung. Bantuan mesin pompa air yang mereka dapatkan dari program kemitraan konversi BBM ke BBG Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI harus mengeluarkan biaya operasional sebesar Rp350 ribu per mesin.

Pada Rabu malam (11/10/2023) kelompok tani hadir dalam undangan rapat pemantapan pembagian mesin BBG 2023 di Kediaman Ketua Gapoktan Desa Zed, Maradona. Dalam rapat tersebut, uang Rp350 ribu disebut untuk biaya operasional.

Menurut petani yang menghubungi timelines.id, Kamis (12/10/2023) dalam pembahasan rapat itu, petani harus mengeluarkan biaya Rp350 ribu per mesin untuk biaya operasional seperti uang makan, biaya materai dan honorarium Gapoktan dalam distribusi mesin pompa air ke tangan kelompok tani.

Baca Juga  Kunjungi Kementerian ESDM, Yogi Maulana: Harga Pasir Timah Tetap Ditentukan PT Timah

“Kami bingung. Katanya bantuan mesin pompa ini gratis. Tapi pada Rabu malam kami disuruh bayar Rp350 ribu per mesin. Karena besok mesin pompa sudah harus dibagikan dari dinas,” kata KH, warga Desa Zed.

Mirisnya bantuan mesin pompa air di Desa Zed ini merupakan kali keduanya di tahun 2023. Di awal tahun sekitar bulan Maret 2023, Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka sempat mendistribusikan 90 mesin pompa air ke kelompok tani Desa Zed.

“Sebelum puasa ramadan kemarin juga ada bantuan 90 mesin pompa air di desa kami (Desa Zed) dan itu juga diminta biaya Rp350 ribu per mesin yang diakomodir ketua Gapoktan kami. Katanya uang itu untuk biaya operasional makan, materai dan honor Gapoktan,” kata KH.

Baca Juga  Polres Bangka Gelar Binrohtal, Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan Personel