Sementara, untuk beras medium di Pulau Bangka dibanderol Rp 13.300 rupiah per kg, dan beras medium untuk Pulau Belitung Rp 13.100 per kilogram.

“Kami perlu bantuan dari semua pihak karena inflasi kita tertinggi. Untuk harga jual ke konsumen, baik itu beras premium maupun medium, bisa ditambah sebesar Rp 500 per kilogram. Jadi saya minta kepada para distributor, untuk menjual harga sesai Harga Eceran Tertinggi (HET),” jelasnya.

Pj Suganda juga mengajak masyarakat untuk membeli beras dari Bulog. Ia menyebut Bulog telah memproses dan memproduksi beras tersebut dalam skala besar dengan teknologi tinggi menggunakan mesin-mesin canggih.

“Jadi, masyarakat tak perlu ragu. Mari gunakan beras Bulog ini untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga  Pj Gubernur Babel Lepas 88 Atlet Ikuti Pornas XVI Korpri di Semarang 

Diketahui, sidak tersebut diawali dengan mendatangi sejumlah distributor beras, diantaranya UD Mawar Jaya Belitung dan CV Arista. Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi pasar Tradisional Tanjung Pandan untuk memantau fluktuasi harga beras.

Pj Gubernur Suganda bersama TPID menuju ke gudang Bulog, untuk memastikan ketersediaan beras.

Selain memantau stok beras di Kabupaten Belitung, Pj Gubernur Suganda yang didampingi Forkopimda Babel, Bupati dan Wakil Bupati Belitung, Forkopimda Belitung, dan instansi vertikal, juga mengecek cold storage milik CV Indo Pacific.

Cold storage tersebut dapat menampung hasil produksi perikanan dan memperpanjang usia kesegaran ikan, sehingga harga ikan tak terjadi kenaikkan yang kemudian akan memicu inflasi. (**/rell)

Baca Juga  Belitung Diduga Jadi Titik Transit Pengiriman Narkoba: 46 Kg Sabu Ditemukan dalam Sebulan