Setelah dicek ke lokasi dengan posisi di dekat tiang pojok Lapangan Bina Jaya, keduanya mendapati keanehan di sekujur perempuan tersebut. Di mana bagian wajahnya sudah pucat sehingga mereka berinisiatif melaporkan temuan tersebut ke Polsek Mentok.

“Tadi bersama Pak Amrul petugas piket polsek langsung melihat ke sini dan saat dicek kondisinya sudah meninggal dunia. Ada motornya di dekat lokasi. Kondisi ibu ini telentang saat pertama kali kami temukan. Kalau luka-luka dan lainnya tidak ada,” katanya.

Ia mengaku belum tahu persis tentang identitas mayat perempuan tersebut. Dari pantauan di lapangan, setelah adanya penemuan mayat tersebut, baik tim kepolisian dan masyarakat sekitar terlihat berbondong-bondong datang ke lokasi kejadian.

Baca Juga  Kompleks PT Timah Mentok Dicanangkan Sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas

Beberapa saat kemudian, polisi terlihat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi di area mayat perempuan itu ditemukan. Setelah ambulans tiba, mayat itu langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Sejiran Setason.

Setelah ditelusuri, ternyata mayat perempuan yang ditemukan warga di Lapangan Bina Jaya, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar) pada Kamis (12/10/2023) sekira pukul 14.00 WIB itu bernama Samsila Warni.

Samsila merupakan warga RT 02, RW 02, Kampung Senang Hati, Kelurahan Sungai Daeng dengan usia sekitar 55 tahun. Hal ini disampaikan langsung seorang pria bernama Sunan Sari ketika dikonfirmasi oleh sejumlah awak media di lokasi kejadian.

Baca Juga  Geger! Mayat Wanita Tanpa Kepala Ditemukan di Sungai Selindung

Ia yang merupakan abang kandungnya Samsila mengaku tidak percaya adiknya itu meninggal dengan kondisi seperti itu. Walaupun memang diakui Sunan, adiknya tersebut selama ini telah mengidap penyakit sesak nafas atau yang lebih dikenal bengek.

“Kalau dia meninggal karena bengek di sana saya rasa tidak mungkin. Tetapi memang kalau bengeknya kambuh dia tidak bisa ngomong, paling tidak bisa melambaikan tangan ke orang-orang meminta pertolongan,” ungkap Sunan kepada para awak media.

Dia menduga, adik kandungnya yang kesehariannya berprofesi sebagai pedagang keripik keliling itu dipanggil orang ke arah Lapangan Bina Jaya. Namun hal itu baru sebatas dugaan lantaran ia tidak melihat secara persis kondisi fisik Samsila di lokasi kejadian.

Baca Juga  Satpol PP dan Bawaslu Bangka Barat Rutin Tertibkan APK di Zona Terlarang

“Karena saat saya datang tadi itu adik saya sudah dibungkus kantong mayat. Jadi belum tahu persis saya ada luka atau tidak. Semuanya kami serahkan saja kepada pihak kepolisian mewakili pihak keluarga,” ujar pria paruh baya berjenggot putih tersebut.