4. Riwayat Kehamilan

Bila memiliki riwayat kehamilan yang bermasalah sebelumnya, seperti perdarahan saat hamil atau kelahiran prematur, maka kondisi tersebut mungkin akan terjadi kembali atau berdampak negatif pada kehamilan berikutnya.

Misalnya, riwayat kelahiran prematur sebelumnya dapat memicu terjadinya gangguan pernapasan pada bayi serta berat badan lahir rendah (BBLR).

Gejala Kehamilan Berisiko Tinggi

Adapun sejumlah gejala dan tanda yang dapat menjadi indikasi dari kehamilan berisiko tinggi adalah sebagai berikut.

●Perdarahan pada vagina.
●Keluarnya cairan keputihan yang berbau tidak sedap secara berlebihan dari vagina.
●Merasa gerakan janin menurun atau bahkan hilang.
●Sensasi nyeri dan terbakar saat buang air kecil.
●Gangguan penglihatan, misalnya seperti pandangan kabur.
●Jantung berdebar-debar.
●Sesak napas.
●Nyeri dada.
●Demam tinggi, hingga melebihi 38 derajat Celcius.
●Kelelahan ekstrem.
●Wajah, tangan, atau jari-jari tangan terlihat membengkak dan berwarna kemerahan.
●Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau janin di dalam kandungan.

Bahaya Kehamilan Berisiko Tinggi

Apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, kehamilan berisiko tinggi dapat memicu terjadinya sejumlah komplikasi kehamilan yang bisa memengaruhi kesehatan dan membahayakan keselamatan ibu maupun janin. Adapun sejumlah komplikasi kehamilan yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut:

Baca Juga  Orang Tua Wajib Baca, Ini Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Empeng atau Dot Bayi

●Preeklamsia, yaitu kondisi ketika terdapat peningkatan tekanan darah ibu hamil  disertai dengan adanya kadar protein berlebih di dalam urine, yang terjadi saat usia kehamilan sudah di atas 20 minggu. Kondisi ini berisiko menyebabkan terjadinya kelahiran prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR).
●Eklamsia, yaitu salah satu komplikasi lanjutan dari preeklamsia yang dapat membuat ibu mengalami kejang-kejang hingga koma dan dapat terjadi baik sebelum, saat, ataupun setelah proses persalinan.
●Perdarahan hebat saat hamil. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan anemia pada ibu hamil hingga berisiko mengancam nyawa ibu dan janin.
●Cacat lahir pada bayi.
●Perkembangan janin terhambat (PJT).

Hal yang Harus Dilakukan Jika Memiliki Kehamilan Berisiko Tinggi

Langkah awal yang perlu dilakukan jika memiliki kehamilan dengan risiko tinggi adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan secara rutin. Dengan begitu, dokter dapat memantau perkembangan kondisi ibu hamil dan janin secara berkala guna meminimalkan dan mengantisipasi risiko gangguan kesehatan.

Baca Juga  Bolehkah Mencampurkan ASI dan Susu Formula untuk Bayi?

Selain itu, sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan ketika memiliki kehamilan berisiko tinggi adalah:

●Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, termasuk meningkatkan asupan asam folat sebelum dan selama kehamilan.
●Aktif bergerak dengan rutin melakukan olahraga ringan.
●Mengelola stres sebaik mungkin.
●Menghindari pola hidup tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan mengonsumsi kafein secara berlebihan.
●Melakukan tes kromosom guna mengetahui risiko kelainan kongenital pada bayi.

Cara Mencegah Kehamilan Berisiko Tinggi

Pada dasarnya, kehamilan berisiko tinggi dapat dicegah dengan menjaga kesehatan ibu hamil sebaik mungkin. Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko komplikasi kehamilan adalah sebagai berikut:

●Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang untuk ibu hamil.
●Mengonsumsi asam folat sesuai anjuran dokter sejak 3 bulan sebelum hamil guna meminimalkan risiko gangguan perkembangan pada janin, terutama cacat tabung saraf.
●Melengkapi imunisasi guna meminimalkan risiko penyakit infeksi tertentu, seperti infeksi tetanus yang berisiko mengganggu kesehatan ibu hamil dan janin.
●Rutin berolahraga. Namun, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna mengetahui jenis dan frekuensi olahraga yang tepat sesuai dengan kondisi ibu hamil.
●Tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok.
●Tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan berkafein secara berlebihan.
●Mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter.
●Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.

Baca Juga  Pantau Persiapan Mudik Lebaran Idul Fitri 2023, Tim Komisi V DPR RI Datangi Stasiun dan Bandara di Yogyakarta

Itulah penjelasan mengenai kehamilan berisiko tinggi yang penting untuk diketahui dan dipahami. Apabila ibu memiliki keluhan yang berkaitan dengan kehamilan berisiko tinggi, segera lakukan konsultasi dengan dokter di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh.

Ibu juga bisa menggunakan NEST, sebuah layanan dan fasilitas kehamilan, melahirkan, dan pascamelahirkan lengkap yang didukung oleh tim dokter multidisiplin, seperti dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter spesialis anak, dokter spesialis anestesi, ahli gizi klinis, konsultan laktasi, serta bidan dan tenaga medis profesional lainnya. Layanan NEST tersedia di Siloam Hospitals TB Simatupang dan Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang. (Dilansir dari Siloamhospitals.com)