Tak berapa lama kemudian kami langsung bergerak, mengenakan jas hujan, berbagi tugas.

Ada yang mengamankan alat-alat memasak, dan ada juga yang membawa tas keluar tenda menuju tenda utama.

Saat itu, kami berusaha memegang satu kayu yang berada di tengah-tengah pintu tenda.

Kami khawatir, jika terlepas maka habis sudah berterbangan

Ada juga teman yang menahan gapura yang hampir melayang.

Meski hujan lebat, teman-teman berusaha memperbaikinya.

Ternyata hujan tak kunjung reda.

Bahkan semakin deras.

Akhirnya, kami memutuskan untuk segera berlari dan berlindung di tenda utama.

Meski begitu, di antara kami tetap ada yang mendokumentasikan kondisi saat itu.

Kami segera memberitahu kakak Pembina.

Baca Juga  Selamat! Atlet Hapkido Basel Lolos PON 2024

Sambil menunggu hujan reda, kami memilih tidur di tenda utama.

Bersama teman-teman dari kecamatan lain yang mungkin bahkan airnya masuk ke dalam tenda

Dan alhamdulillah, hujan reda dan mataharipun mulai terbit, kami bergegas memperbaiki tenda.

Begitulah pengalamanku saat mengikuti Raicab Kabupaten Basel pada Mei lalu. Menjadi pengalaman yang cukup mendebarkan.