BELITUNG, TIMELINES.ID — Pj Suganda mengatakan inflasi menjadi momok serius yang harus segera diatasi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) saat ini.

Tercatat pada periode September 2023, inflasi tahunan Babel berada di angka 3,55 persen, sehingga menempatkanBabel sebagai provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi di Indonesia.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Babel bersama stakeholder terkait terus melakukan sejumlah upaya strategis untuk menekan angka inflasi, karena salah satu penyebab inflasi di Babel adalah kenaikan harga komoditas pangan, terutama beras.

“Seiring naiknya harga beras ini menjadi penyebab utama tingginya inflasi di Babel. Kita akan gencarkan sidak pasar, operasi pasar murah, optimalkan gerakan pangan murah, fasilitasi distribusi pangan, hingga bantuan pangan,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Babel, Suganda Pandapotan Pasaribu saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah, di Wisma Bougenville, Kabupaten Belitung.

Baca Juga  Pemilih Pemuda di Bangka Belitung Diimbau Segera Rekam E-KTP

Oleh karena itu pihaknya akan segera menerbitkan surat edaran, agar para distributor dan penjual tidak ada yang menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Termasuk pelibatan BULOG juga tetap diprioritaskan dalam operasi pasar yang bertujuan agar menstabilkan harga beras.