Minggu ke-23

Bumil, besarnya janin 6 bulan di minggu ke-23 ini sudah seukuran jeruk bali. Selain ukuran janin yang membesar, perkembangannya pun sudah banyak yang mencapai sempurna, seperti sidik jari, jejak kaki, dan bentuk wajah. Lemak pada tubuh janin juga terus bertambah, yang membuatnya makin berbobot.

Di minggu ini, Bumil mungkin merasakan kontraksi palsu (Braxton Hicks) yang ditandai dengan rasa kencang pada rahim selama beberapa saat. Namun, tidak perlu khawatir, sebab kontraksi palsu ini bukanlah tanda bahwa persalinan segera tiba. Bumil bisa mengatasinya hanya dengan mengubah posisi tubuh.

Minggu ke-24

Sampai juga akhirnya di penghujung bulan ke-6, nih. Di usia kehamilan 22 minggu ini, ukuran janin sudah menyerupai jagung. Cukup besar kan, Bumil? Paru-paru janin sudah berkembang sempurna dan kantung pernapasan yang memungkinkan pertukaran oksigen dan karbon dioksida juga bertambah banyak.

Baca Juga  5 Sikap Sederharna yang Mampu Membuat Pria Luluh

Sama seperti minggu sebelumnya, lemak di tubuh janin terus bertambah, sehingga bentuk tubuhnya makin terlihat. Refleks kaget janin juga mulai berkembang, yang membuatnya terlonjak saat mendengar suara keras dari luar rahim.

Meski janin 6 bulan sudah tampak seperti bayi yang siap dilahirkan, bukan berarti perkembangan tubuh sudah berhenti di bulan ini, ya. Otak dan beberapa organ tubuhnya masih terus berkembang agar dapat berfungsi optimal saat janin dilahirkan.

Oleh karena itu, Bumil harus selalu memenuhi kebutuhan nutrisi saat hamil dan menjalani pola hidup sehat.

Pastikan untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum vitamin prenatal yang diresepkan oleh dokter, istirahat yang cukup, berolahraga ringan, dan memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter sesuai jadwal.

Baca Juga  Awas Lebaran Buat Kamu Gendut, Kenali Kalori Kue yang Kamu Makan

Hal yang tak kalah penting, jangan menunda ke dokter jika Bumil mengalami keluhan tertentu saat mengandung janin 6 bulan, seperti perdarahan seperti menstruasi, ketuban pecah, nyeri tak tertahankan pada punggung atau perut, serta kontraksi palsu yang intens.(Dilansir dari Alodokter.com)