Niat Jual Motor di Marketplace, Warga Merawang Ini Jadi Korban Penipuan
“Saya mau tanya kapan dikirimkan uangnya ke rekening saya. Ternyata nomor saya sudah diblok dan semua pesan chat dihapus. Tapi masih ada beberapa chat yang saya simpan,” cerita Sari sambil terisak Isak.
Setelah menyadari menjadi korban penipuan oleh laki laki yang mengaku bernama Krisna, Sari pun berusaha meminta DK untuk membatalkan transaksi di BCA. Namun sayang transaksi tidak dapat dibatalkan karena tidak terjadi kesalahan tujuan transfer.
“Saya menghubungi Pak DK minta pihak bank membatalkan transaksi. Tapi tidak bisa lagi. Karena kata pihak bank nomor tujuan sudah benar dan tidak terjadi kegagalan transaksi,”ujarnya lirih.
Senin sore sekitar pukul 17.00 WIB, pihak DK yang merasa sudah membeli sepeda motor dengan nilai yang sudah disepakati datang ke kediaman Sari untuk mengambil sepeda motor dan surat kepemilikan kendaraan Honda PCX tahun 2018.
“Saya sempat meminta motor saya untuk tidak dibawa dulu. Karena saya belum menerima uangnya. Dan saya kaget ternyata antara Krisna dan DK ternyata tidak saling kenal dan motor saya pun dibawa karena mereka karena merasa sudah membeli,”katanya.
Atas kasus penipuan itu, Sari melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Merawang. Dia berharap kepolisan mengusut kasus tersebut.
“Sudah dilaporkan ke Polsek Merawang dan sepeda motornya sudah dibawa pihak DK ke Polsek Merawang. Ga tau la gimana nantinya. Tapi saya harap masih rezeki saya. Karena itu untuk kebutuhan biaya anak saya mondok,”imbuhnya.
Kapolsek Merawang, Iptu Teguh saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari Sari mengenai dugaan kasus penipuan jual beli sepeda motor secara online. Dia menegaskan akan menyelidiki kasus tersebut.
“Semalam sekitar pukul 19.00 WIB korban sudah datang ke Polsek dan sudah ada komunikasi dengan Unit Reskrim Polsek Merawang. Siang ini sekira pukul 13.00 Wib korban akan datang lagi ke Polsek dengan membawa bukti Transfer. Selanjutnya akan kami tindak lanjuti laporannya dan akan kami lakukan langkah-langkah penyelidikan,” kata Teguh. (**)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.