“Dalam konteks ini, telah terjadi beberapa contoh sinergitas yang patut diapresiasi. Misalnya, forkopimda provinsi dan kabupaten kota bekerja sama menggelar pelatihan keamanan menjelang pemilu, mendirikan posko pengaduan masyarakat untuk melaporkan adanya gangguan kampanye, ataupun potensi kekerasan yang bisa terjadi,” ujarnya.

Tindakan ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan pemilu yang damai dan berintegritas. Namun, baginya, sinergitas ini juga harus diikuti dengan kemauan dan komitmen dari semua pihak, termasuk masyarakat yang berperan penting dalam menciptakan kondusivitas daerah menjelang pemilu.

Selain itu, dia juga berpesan kepada pimpinan partai politik di Babel untuk senantiasa berkomitmen menjaga pelaksanaan pemilu damai, dan menegakkan asas demokrasi jujur dan adil. Hal itu bisa dilakukan dengan tidak menggunakan isu-isu black campaign dalam tahapan kampanye, hingga pemungutan suara.

Baca Juga  Catat, Ada 18 Agenda Event Pariwisata di Kabupaten Bangka Selama Tahun 2023

“Pilihan boleh berbeda, namun kerukunan dan kebersamaan harus tetap kita jaga. Mari kita tingkatkan koordinasi, komunikasi, dan kerja sama antar instansi, serta berperan aktif sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi perdamaian, dan demokrasi. Marilah kita bersama-sama menciptakan suatu masa depan yang lebih baik bagi negeri ini,” katanya. (**)