Rembuk Budaya di Mentok Hasilkan Rumusan Rekomendasi, Begini Kata Pamong Budaya Jambi Babel
Dia menerangkan, strategi bersama ini tak lain untuk memajukan kebudayaan di Babel. Pemprov Babel sendiri, kata dia telah memiliki program kerja yaitu 11 objek pemajuan kebudayaan. Namun pihaknya menyadari intervensi belum dilakukan secara keseluruhan.
“Karena berbagai permasalahan yang pertama dari sisi penganggaran, tapi setiap kegiatan di kabupaten yang butuh dukungan kepada kita walaupun tidak semuanya kita berpartisipasi, seperti kemarin ada acara di Batu Belubang, di Pelangas, kita bantu dalam bentuk dukungan kesenian,” ujar dia.
Ia harap melalui rumusan rekomendasi hasil rembuk kebudayaan, pihaknya bersama Bappeda Babel akan lebih merencanakan kembali dalam memajukan kebudayaan Babel. Pasalnya, dukungan sudah ada dasar hasil rembuk budaya dan cukup detail untuk lima tahun ke depan.
Diberitakan sebelumnya, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V Jambi, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Republik Indonesia menggelar acara Rembuk Kebudayaan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada tahun 2023.
Kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari dari tanggal 19-21 Oktober 2023 tidak lepas dari kerja sama dari Pemprov Babel dan Pemkab Babar. Di mana, untuk rembuk kebudayaan akan digelar di Gedung Majapahit, Unmet PT Timah Tbk Mentok.
Sedangkan untuk malam kebudayaan, akan digelar di pelataran Bangunan Cagar Budaya Nasional Pesanggrahan Mentok (Wisma Ranggam) Mentok. Dalam acara ini, panitia kegiatan mengangkat tema Nganggung Budaya dengan maksud beberapa hal.
Ialah melibatkan sebanyak mungkin para tokoh budaya, sejarahwan, pelaku seni, penggiat budaya dan kelompok muda untuk ambil bagian dalam kegiatan ini. Hal ini disampaikan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V Jambi Agus Widiatmoko.
“Tujuan acara ini untuk merevitalisasi arti penting dalam tradisi yang sangat kental dengan semangat perkokoh kekeluargaan, pererat persatuan, perkuat gotong-royong, dan dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menggagas sebuah perubahan bersama,” ujar Agus Widiatmoko. (**)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.