Upaya pelestarian dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan kepada generasi muda tentang nilai-nilai dan pentingnya Mandi Besimbur.

Beberapa pihak juga berupaya mempromosikan tradisi ini sebagai bagian dari budaya Indonesia yang beragam, serta diharapkan mampu menjadi acara budaya dan pariwisata baik ditingkat lokal maupun nasional.

Saat ini mandi besimbur telah ditetapkan sebagai salah satu Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) yang ditetapkan oleh Kementrian Hukum dan Ham Republik Indonesia Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sertifikat tersebut telah diserahkan kepada Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid pada saat malam pembukaan acara Kemilau Pesona Bangka Selatan Tahun 2023 di Pantai Laut Nek Aji Toboali.

Bupati Bangka Selatan saat menerima Sertifikat KIK dari kemenkumham untuk Warisan budaya mandi besimbur

Baca Juga  Buah Malik, Bagaimana Mengonsumsinya, Yuk Simak Caranya

Ini menjadi sebuah kebanggaan tentunya, telah tercatat sebanyak 16  warisan budaya dari negeri junjung besaoh yang telah memiliki sertifikat KIK dari Kemenkumham, artinya pesona warisan budaya negeri ini menjadi kebanggaan bagi masyakarat Junjung besaoh.

Kita kembali lagi, bahwa Mandi Besimbur bukan hanya tentang mandi fisik, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya mandi rohani dan spiritual untuk membersihkan hati dari dendam dan marah.

Ia adalah pengingat akan kekuatan rasa persatuan dalam sebuah masyarakat yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan latar belakang.

Seiring berjalannya waktu, Mandi Besimbur terus memberikan inspirasi dan pelajaran bagi kita semua, baik yang tinggal di Kepulauan Pongok maupun yang jauh dari sana. Ia mengingatkan kita bahwa dalam dunia yang semakin terhubung, terkadang kita perlu meluangkan waktu untuk merayakan kebersamaan, meredakan pertikaian, dan membangun persaudaraan yang kuat.

Baca Juga  Disnakertrans Basel Terbitkan 93 Kartu Pencari Kerja Sepanjang Tahun 2023

Sebagai warisan budaya yang berharga, Mandi Besimbur adalah salah satu contoh yang memperkaya keragaman budaya Indonesia dan menyatukan orang-orang dalam perayaan pernikahan yang sangat istimewa.

Dalam pernikahan di Kepulauan Pongok, Mandi Besimbur bukan hanya sekadar tradisi, melainkan cinta dan persatuan yang menjadikan pernikahan sebuah peristiwa yang tak terlupakan dan memberikan kontribusi besar pada keberlanjutan budaya lokal.

Dwikky Ogi Dhaswara, Pamong Budaya

Sumardoni, Pengurus LAM, Pegiat Budaya