Ia mengatakan lima asosiasi profesi yang tergabung dalam Joint Convention Pangkalpinang juga mengajak asosiasi profesi lainnya untuk bisa bergabung agar dapat berkontribusi untuk bangsa sehingga semua program dan kebijakan lebih terpadu dan terintegrasi.

Ketua Panitia Joint Convention Pangkalpinang, Akhmad Albani mengatakan, salah satu rangkaian JCP adalah diskusi panel yang membahas isu strategis tentang transisi energi, dimana kita berupaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi karbon, baik itu fosil, minyak bumi maupun batubara.

“Disini kita juga membicarakan pengembangan hilirisasi untuk mineral pada porsinya masing-masing, karena yang membuat Pangkalpinang menjadi tuan rumah adalah karena timah hanya ada di sini dan tidak ada ditempat lain. Timah termasuk mineral kritis di dunia sehingga harus dikelola dan dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (**)

Baca Juga  870 Narapidana Lapas Narkotika Kelas II A Pangkalpinang Gunakan Hak Pilih