Ia yang didampingi Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Gantung, Andri Taruna Praja, mengakui bertanam bawang merah atau holtikultura lainnya di tanah Pulau Belitung tidaklah mudah.

Mengingat tanah yang berpasir dan berupa tanah marginal atau kurang unsur hara.

“Harga pokok produksi di sini akan jauh lebih tinggi, karena kondisi tanahnya. Kita butuh lebih banyak pupuk, pengairan dan juga pengapuran karena tanahnya cenderung bersifat asam, otomatis juga butuh tenaga lebih banyak,” jelas Dedi.

Selain itu pula, faktor cuaca yang kurang bersahabat membuat bibit harus dirawat dengan hati-hati.

Untuk itulah pria asal Bekasi Jawa Barat ini membuatkan rumah untuk seluruh bibitnya agar penggunaan pestida berkurang.

Baca Juga  Kunjungi Beltim, Begini Pesan Wakil Menteri Desa dan PDTT ke Kades

“Pakai sekat kelambu dan menggunakan platfon khusus dengan penerangan lampu. Karena di musim penghujan mendatang lampu bisa memecah kabut, yang menghangatkan tanaman dan meminimalisir penyakit moller,” tambah Dedi.

Pria ini berharap bibit bawang merah Lobigan miliknya ini nanti akan disertifikasi oleh Balai Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih.

Nantinya dalam kurun waktu dua tahun, dia sudah bisa memasarkan bibit bawang untuk dapat ditanam petani di Pulau Belitung.

“Kita juga berharap adanya perhatian dari pihak swasta, pemerintah dan juga para anggota dewan. Kita bukan ingin minta uang, cukup mereka turun melihat langsung, apa yang kita kerjakan sudah cukup jadi dukungan bagi kami,” harap Dedi. (@2! Kominfo Beltim)

Baca Juga  KRI Rigel Direncanakan Ikut Bantu Proses Pencarian Helikopter P1103