Permintaan Timah Global Melemah, TINS Bukukan Kerugian Tahun Berjalan Rp87,4 M
Posisi nilai aset Perseroan pada kuartal III 2023 sebesar Rp12,7 triliun, sementara posisi liabilitas sebesar Rp6,1 triliun, naik 0,9% dibandingkan posisi akhir tahun 2022 sebesar Rp6,0 triliun.
Di samping itu, pinjaman bank dan utang obligasi pada kuartal III menjadi Rp2,9 triliun dari sebelumnya Rp2,8 triliun.
Posisi ekuitas sebesar Rp6,6 triliun, turun 5,7% dibandingkan posisi akhir tahun 2022 sebesar Rp7,0 triliun seiring dengan pembagian dividen yang sudah dibayarkan sebesar Rp312,5 miliar.
Indikator keuangan Perseroan masih menunjukkan hasil yang baik terlihat dari beberapa rasio keuangan penting di antaranya Quick Ratio sebesar 25%, Current Ratio sebesar 153%, Debt to Asset Ratio sebesar 23%, dan Debt to Equity Ratio sebesar 44%.
Kondisi saat ini dan prospek ke depan
Sampai dengan kuartal III-2023, TINS telah melakukan penambahan Kapal Isap Produksi melalui kemitraan menjadi 48 unit yang sebelumnya sebanyak 44 unit.
Peningkatan kapasitas produksi tambang primer dari alat penambangan maupun alat pengolahan, melakukan survey lokasi dan inventarisir kepemilikan lahan untuk pembukaan tambang darat baru.
Peningkatan recovery dengan melakukan upgrading kembali dari sisa hasil pengolahan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kinerja Perseroan.
Perseroan terus melakukan pengamanan aset dan penegakan aturan serta kerja sama penambangan rakyat untuk mereduksi illegal mining di wilayah konsesi pertambangan.
TINS secara konsisten dan berkomitmen melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kinerja operasi dan produksi seiring dukungan pemerintah untuk perbaikan tata kelola pertambangan dan niaga timah Indonesia. (rls)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.