“Karena sejak 2017 anggap saja ada 50 peserta, jadi sekitar 200 orang yang telah memiliki sertifikat. Kalau peserta hari ini, mereka berasal dari semua desa dan kelurahan dan bersurat ke desa dan kelurahan, kemudian mereka yang mengusulkan data ke kita,” ujarnya.

Thomas berujar, rencananya kegiatan pelatihan dan uji sertifikasi yang didanai dari APBD itu akan digelar secara kontinyu setiap tahunnya. Dengan jumlah peserta yang lebih banyak dan untuk para tenaga terampil dari level satu hingga level lima.

“Karena kewenangan kabupaten untuk menggelar kegiatan ini dari level satu sampai level lima atau tamatan SMA dan sederajat. Kalau level enam dan tujuh itu yang menyelenggarakan provinsi karena sudah masuk kategori tenaga ahli,” pungkasnya.

Baca Juga  Pemkab Bangka Barat Berencana Tambah Penyertaan Modal ke Bank Sumsel Babel

Sementara itu, salah seorang peserta bernama Sarmidi mengucapkan terima kasih kepada Dinas PUPR yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Pasalnya, ada banyak ilmu yang diserap pihaknya untuk bekerja lebih baik lagi ke depannya.

“Memang saya sudah jadi tukang sejak tahun 1994, tetapi dengan mengikuti kegiatan ini baru pertama kalinya ada banyak ilmu yang kami dapatkan, ada teori dan praktik. Serta kita setidaknya memahami standar pekerjaan agar terhindar dari kecelakaan,”ujarnya. (**)