Ia menambahkan, BPOM Pangkalpinang juga berkolaborasi dengan BPDAS Baturusa Cerucuk dalam menentukan lokasi penanaman mangrove dan penyediaan bibit mangrove.

“BPDAS yang menentukan titik lokasi ini dan menyiapkan bibitnya karena hanya mereka yang paham lokasi pantai yang cocok di tanam mangrove dan mangrove jenis mangrove apa yang kita tanam,” ujarnya.

Kepala BPDAS Baturusa Cerucuk Mukhtar Effendi mengatakan ada dua jenis mangrove yang ditanam oleh BPOM Pangkalpinang, yakni rhizophora dan sonneratia karena hanya kedua jenis inilah yang cocok ditanam di bibir pantai oenyak Bangka tengah ini.

“Kami sangat mendukung net zero karbon melalui program rehabilitasi ini. Dan pantai Penyak ini lokasi yang masuk ke skema Pemulihan ekonomi Nasional (PEN) waktu kita dilanda COVID-19 lalu. Sejak itu warga Penyak dan komunitas mangrove rutin menanam mangrove disini,” ujarnya.

Baca Juga  Jaga Ekosistem Pesisir, PT Timah Tanam Ribuan Mangrove di Pantai Kobel Kundur

Ia berharap BPOM tidak hanya berhenti di penanaman, namun tetap melakukan monitoring dan pemeliharaan dengan melibatkan pemerintah desa, karang taruna atau komunitas mangrove.

“Yang jelas kita harap tidak berhenti di penanaman tapi pemeliharaan dan monitoring juga dilakukan BPOM dengan bersinergi bersama pemerintah desa atau karang taruna dan komunitas peduli mangrove,” ujarnya.(**)