“Saya memang sudah kecewa dengan kepengurusan KONI Kabupaten Bangka Selatan. Alasan saya bekukan karena kejadian-kejadian seperti ini. Kasihan dengan atlet saya, dan pelatih,” ucap Riza.

Di sisi lain dirinya tak menampik dampak yang akan ditimbulkan dari pembekuan dana hibah KONI cukup signifikan.

Khususnya keterlibatan Kabupaten Bangka Selatan dalam beberapa ajang olahraga yang diagendakan pada tahun 2024 mendatang.

Sudah dipastikan para atlet akan absen dalam pertandingan olahraga yang digelar, baik tingkat provinsi maupun nasional. Langkah ini juga diambil sebagai upaya evaluasi terhadap kinerja KONI.

“KONI Basel Mati suri, saya pikir dimatikan untuk sementara tapi untuk hidup kembali. Karena banyak-banyak kejadian saya harus bertindak. Bagaimana memulai lebih baik lagi. Anggaran diberikan juga tidak ada hasilnya, mendingan saya kasih orang sakit dan rakyat miskin,” bebernya.

Baca Juga  Meski Diguyur Hujan Lebat, Upacara Penutupan TMMD ke-119 Kodim 0432/Basel Tetap Berjalan Khidmat

Ketika disinggung ihwal pencopotan ketua KONI Bangka Selatan Riza tak mau berkomentar banyak. Penggantian kepengurusan KONI bukan merupakan wewenang Pemkab Bangka Selatan maupun kepala daerah. Semua keputusan itu ada di setiap cabang olahraga masing-masing yang ada di bawah naungan KONI.

“Penggantian ketua KONI saya tidak tahu, karena bukan wewenang kami selaku kepala daerah mungkin cabor-cabor. Informasinya dari beberapa cabor kalau Bangka Selatan di urutan terakhir, ketua KONI siap mengundurkan diri,” tutupnya.