Pemkab Babar Mulai Susun RPJPD 2025-2045
“Permasalahan pembangunan daerah merupakan hasil analisis dari gambaran umum kondisi daerah di masa lalu. Dan yang dirangkum dari seluruh urusan baik urusan wajib, pilihan dan penunjang pemerintah daerah itu ada 14 poin sejauh ini,” katanya.
Di antaranya, penguasaan teknologi digital terbatas, rendahnya pertumbuhan ekonomi, pengembangan kawasan industri, rendahnya kemandirian pangan, rendahnya produktivitas dan fluktuasi harga hasil perkebunan.
Penyediaan infrastruktur dasar yang belum optimal, belum optimalnya pengendalian dan pemanfaatan tata ruang, tingginya resiko bencana daerah, rendahnya kualitas lingkungan hidup, rendahnya kualitas sdm dan daya saing terbatas.
Angka stunting masih tinggi, masih terdapat penduduk miskin, belum ditingkatkannya ketahanan dan kontribusi budaya terhadap pembangunan dan yang terakhir belum optimalnya tata kelola pemerintahan.
“Pembahasan perumusan persoalan ini akan kembali diagendakan pada Jumat besok lusa sambil menunggu masukan dari OPD kita siapa tahu ada yang mau ditambahkan. Setelah dirangkum akan ditelaah lagi menjadi sebuah visi misi Babar sampai 2045 mendatang,” ujarnya.
“Lalu dibuatkan skemanya dan rencana jangka panjangnya. Per lima tahun apa yang dilakukan sehingga tercapai visi misi kita. Langkah-langkah yang akan dilakukan, sementara yang dirangkum ini menyesuaikan dengan persoalan yang di pusat, persoalan di provinsi, ini juga bagian dari permasalahan di Babar,” katanya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.