Tau Hewan Bernama Ajag? Ini Anjing Hutan Khas Indonesia
Ajag punya warna bulu yang unik, yaitu cokelat kemerahan dengan semburat putih di bagian leher dan kehitaman di bagian ekor. Ajag betina bisa melahirkan dua kali dalam satu tahun
Ajag merupakan hewan karnivora yang sering memburu hewan-hewan di habitatnya. Mereka nggak pandang bulu soal ukuran mangsanya, Bro. Hewan sebesar babi hutan, kijang, rusa, banteng, dan kerbau pun bisa dilahapnya. Selain itu, ajag juga suka memburu hewan-hewan kecil, kayak tikus, kelinci, dan kancil.
Di Jawa, lo bisa menemui ajag di Taman Nasional Alas Purwo (Jawa Timur), Taman Nasional Baluran (Jawa Timur), Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (Jawa Barat), Taman Nasional Gunung Halimun Salak (Jawa Barat), dan Taman Nasional Ujung Kulon (Banten).
Sementara di Sumatera, lo bisa ngelihat ajag di Taman Nasional Gunung Leuser (Aceh dan Sumatera Utara), dan Taman Nasional Kerinci Seblat (Sumatera Barat).
Berdasarkan data dari International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), populasi ajag di habitat alami di seluruh dunia diperkirakan nggak lebih dari 2.200 ekor dan diprediksi bakal terus menurun.
Salah satu penyebabnya adalah karena masyarakat awam menganggap kalau ajag itu hewan pengganggu, sehingga hewan tersebut diburu dan dibunuh. Selain itu, kerusakan habitat juga jadi faktor menurunnya populasi ajag.
Nah, karena statusnya yang terancam punah, ajag pun termasuk dalam hewan dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.(Dilansir dari Superlive.id)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.