Setelah 31 Tahun, Umat Buddha Maitreya di Mentok Segera Miliki Vihara Sendiri
“Jadi selama ini kita pindah dari rumah ke rumah umat kami yang bersedia bangunan rumahnya dijadikan tempat ibadah. Dengan hadirnya vihara ini, kita harap bisa kerja sama dengan pemda menjaga kedamaian dalam jalankan kehidupan sehari-hari,” katanya.
Bestari menuturkan, bangunan Vihara Sempurna Maitreya ini akan berdiri di atas lahan seluas 3.050 meter per segi. Dengan luas bangunan tempat ibadah sekitar 438 meter per segi. Sementara lahan yang digunakan merupakan hibah dari salah satu umat Buddha.
“Ini memang sudah lama kita nantikan. Sebab dari dulu kami kesulitan mencari lahan, lahan itu ada, tapi lokasinya tidak berdekatan dengan umat dan jauh. Semakin tahun umat bertambah, jadi rumah ibadah yang kita gunakan dari rumah umat yang dipinjamkan tak efektif,” ujarnya.
“Karena kapasitasnya sudah penuh dan itu sudah hampir 9 kali kita berpindah. Di Mentok memang belum ada vihara sekte atau aliran buddha maitreya ini, di Tanjung Ular memang ada vihara, tapi alirannya beda. Makanya kami sangat bersyukur adanya vihara ini,” ujarnya.(**)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.