“Kita tetap akan melakukan dua hal ya, pertama preventif, kedua promotif. Seperti hari ini dinkes mengundang seluruh bidan desa dan membuat kesepakatan agar seluruh bidan desa melakukan promosi melalui media sosial setiap hari,” ujar Rangkuti.

Ada pun isi dalam promosi itu tak lain mengajak seluruh elemen masyarakat untuk waspada DBD dengan target zero jentik. Dengan cara ini diharapkan banyak yang membaca dan meneruskan ke lingkungan penerima informasi masing-masing.

“Jumlah bidan desa itu sekitar 85 orang. Cara ini memang baru dilakukan saat ini menggunakan media Facebook, Whatsapp, Telegram dan Instagram. Di samping itu juga kita akan secara terus menerus melakukan pemeriksaan jentik di berbagai tempat termasuk sekolah,” jelasnya. (**)

Baca Juga  Dua Pengendara Vario di Bawah Umur Terlibat Lakalantas di Kelapa, Begini Nasibnya