“Materinya berjumlah 16 jam pelajaran. Dengan narasumber dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Bandung, MUI Beltim, Inspektorat dan BPS Beltim,” ujar Yulhaidir.

Sementara itu Bupati Beltim Burhanudin menilai kinerja dan resiko para pekerja sosial di Kabupaten Beltim sangat banyak. Namun kondisi ini sangat tidak berimbang dengan pendapatan.

“Yang diurusi mereka ini kan banyak, mulai dari orang lahir sampai mati,sakit hingga sehat, warga miskin dan lain-lain, jadi perlu ada perhatian khusus untuk mereka karena ujung tombak pendataan,” ujar Aan sapaan akrab Burhanudin.

Untuk itu Pemkab Beltim akan berupaya agar para pekerja sosial, khususnya yang berpendidikan sarjana dapat kesempatan untuk mengukuti PPPK.

Baca Juga  Pemeriksaan Kesehatan 2 Calon Kepala Daerah Belitung Timur Penuhi Syarat

“Kita sedang perjuangkan mereka agar bisa punya kesempatan dengan honor atau tenaga kontrak lainnya. Namun kita minta agar jangan sampai terjebak dalam politik praktis,” pesan Aan. (@2! Kominfo Beltim)