Tim Perenang putri Bangka Belitung berhasil memecahkan telur dengan meraih emas di nomor estafet.

Kemudian giliran perenang putri Amanda di nomor 50 m gaya bebas dan Audrey yang mendapatkan emas di nomor 100 m gaya kupu kupu.

Di cabang catur sampai hari ketiga Bangka Belitung berhasil mencuri 1 emas dan 1 perak melalui penampilan atlet catur Bangka Barat, Rian Kapriaga.

Porwil XI memang belum selesai namun setidaknya kontingen Bangka Belitung mulai disegani di ajang ini.

Salah seorang ketua Koni di Sumatera misalnya sempat berseloroh “Babel jangan diborong semua medalinya.  Sisakan kami juga, ” ujarnya sambil tertawa ketika berjumpa di hotel Aryaduta tempat cabang catur dipertandingkan.

Baca Juga  Pasal Sapu Jagat IKN: Pembangunan Jangan Menginjak Hukum

Penampilan yang rapi, kompak dan terencana adalah kesan yang ditampilkan kontingen Bangka Belitung di Porwil kali ini.

Cabor atletik memang andalan utama melejitnya perolehan medali. Selama tiga hari saja atletik telah mengumpulkan

16 medali emas.

Itu artinya 85 persen medali berasal dari cabor atletik.

Bila melihat potensi di stadion Atletik Tuanku Tambusai di Kampar bukan tak mungkin jumlah emas tersebut akan terus bertambah.

Walaupun demikian di cabang permainan seperti sepak takraw, voli dan sepakbola, Bangka Belitung belum mampu memenangkan pertandingan secara mengesankan tetapi tetap memiliki potensi untuk dikembangkan.

Semoga saja kesan positif yang dibuat kontingen Bangka Belitung di ajang Porwil XI ini merupakan angin segar bagi peningkatan prestasi daerah ke depan.

Baca Juga  Kok Bisa Sekda Naziarto Jadi Petugas Haji, Ini Penjelasan Biro Kesra Babel?