“Laporan keberlanjutan telah memberikan wawasan berharga mengenai kemajuan yang telah dicapai dalam mengurangi emisi, melestarikan sumber daya, dan memajukan keadilan sosial. Hal ini juga berfungsi sebagai road map untuk diikuti oleh bisnis dan organisasi lain,” katanya.

Senada, Ketua Juri ASRRAT 2023 Prof. Irwan Adi Ekaputra menyampaikan ASRRAT 2023 mengalami peningkatan signifikan dari sisi jumlah peserta dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. ASRRAT 2023 juga diikuti peserta dari beberapa negara seperti Bangladesh, Filipina, Australia dan Rusia.

Dia mengatakan, proses penilaian ASRRAT 2023 melibatkan panel yang terdiri dari lima juri dan tim assessor yang terdiri dari 18 penilai bersertifikat CSRS dari seluruh Indonesia. NCCR menetapkan empat peringkat laporan keberlanjutan, yaitu Platinum (tertinggi), Emas, Perak, dan Perunggu (terendah).

Baca Juga  PT Timah Tbk Salurkan 22 Sapi Kurban ke Bangka Tengah

Sementara itu Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Abdullah Umar mengatakan penghargaan ini merupakan salah satu komitmen PT Timah Tbk untuk mengimplementasikan upaya bisnis berkelanjutan.

“Dalam melaksanakan proses bisnisnya, PT Timah Tbk menerapkan sistem keberlanjutan mulai dari eksplorasi sumber daya alam hingga upaya hilirisasi. Dalam prosesnya PT Timah Tbk juga melibatkan masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat,” katanya. (**)