BANGKA, TIMELINES.ID – Sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bangka di DAM 1 Pemali tercemar limbah tambang. Limbah ini berasal dari aktivitas penambangan timah ilegal yang berada di sekitar lokasi kolong sumber air baku.

Direktur PDAM Tirta Bangka, Abdi Nusahri mengatakan akibat adanya aktivitas tambang timah tersebut menyebabkan kondisi air baku menjadi keruh. Hal ini membuat PDAM Tirta Bangka harus meningkatkan anggaran untuk biaya operasional pengolahan air agar menjadi bersih.

“DAM 1 Pemali ini merupakan salah satu sumber air baku kita, dan tingkat kekeruhan juga sekitar dua minggu yang lalu itu sudah melampaui batas. Air sudah seperti air susu karena ulah penambangan liar,” kata Abdi, Kamis (8/11/2023).

Baca Juga  Kapal Tenggelam Dihantam Ombak di Belinyu Bangka, 3 Nelayan Berhasil Diselamatkan

Dia menerangkan kerugian yang dialami PDAM akibat keruhnya sumber air baku mencapai Rp3 juta per hari. Pasalnya untuk menjernihkan air yang keruh membutuhkan bahan kimia ekstra.

“Dari pemakaian bahan kimia, dalam satu hari itu kami hitung bisa rugi Rp3 juta. Kalau berlangsung lama-lama, ya tinggal dikali aja beban yang harus kita keluarkan. Walaupun air baku kita keruh, kita tetap olah sampai bening, di masyarakat nerima kan bening, tidak seperti air susu, makanya bahan kimia yang kita pakai tersebut harus kita naikkan kadarnya dan otomatis biaya operasional kita semuanya naik,” jelasnya.