Hidayat Arsani Ajak Semua Pihak Selamatkan PT. Timah Tbk.
Ia menyarankan PT Timah Tbk perlu membentuk tim untuk kinerja mitra-mitra yang kerja di IUP PT Timah Tbk, dari semelter mari duduk bersama kumpulkan kolektor, insya allah selesai, konkret, smelter yang sudah kenyang harus mengerti.
Hidayat Arsani menambahkan, kondisi saat ini jika PT Timah Tbk tidak mampu meningkatkan produksinya, maka BUMN tersebut berdampak terhadap ekonomi Bangka Belitung.
“Kita tidak mau itu terjadi, nasib PT Timah Tbk itu harus diselamatkan karena jika sampai terjadi pengurangan karyawan maka akan menjadi masalah berat karena akan banyak pengangguran, dampaknya akan besar untuk Bangka Belitung,” katanya.
Selain itu, menurutnya peran dari pemerintah yang menerbitkan RKAB juga memicu kondisi PT Timah Tbk seperti saat ini yang menjatuhkan PT Timah Tbk ini satu-satunya adalah RKAB yang belum clear dan clean.
“Kejagung sudah memeriksa Dinas Pertambangan sudah diobok-obok, siapa yang bertanggung jawab. Krisis kepercayaan kepada kepemimpinan kita,” kata dia.
Sementara itu Direktur BRiNST Teddy Marbinanda menyampaikan, lembaganya konsen menyoroti persoalan timah, termasuk persoalan korupsi timah yang saat ini sedang terjadi.
BRiNST mencurigai Ekspor timah mengalir deras dari perusahaan smelter timah yang hanya memiliki IUP di bawah 10 ribu hektar, bahkan ada yang di bawah seribu hektar. Kuota ekspor yang diberikan sangat erat kaitannya dengan persetujuan RKAB yang diberikan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Mineral Batubara, Kementerian ESDM.
“Kita mendorong bisnis timah berada pada koridor hukum yang semestinya. Bagaimana kegiatan produksi hingga pengolahan yang sesuai dengan peraturan,” kata Teddy Marbinanda. (Abrill/rls)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.