Dia menjelaskan, terdapat lima kubah di Masjid Agung Qubah Timah. Qubah pertama digunakan untuk melaksanakan salat dengan ketinggian 16 meter dengan kapasitas 1.200 sampai 2.000 jemaah. Qubah kedua diperuntukkan untuk wudhu dan toilet ikhwat, sedangkan qubah ketiga menjadi tempat wudu dan toilet ikhwan.

“Qubah berikutnya mohon doanya semua, kalo Allah SWT mengizinkan kebersamaan kita insyaa Allah kubah keempat menjadi tempat Islamic Center dan kubah kelima digunakan untuk gedung serba guna. Tidak ada yang tidak mungkin untuk sebuah masjid, pasti berdiri atas ridho Allah SWT,”ujarnya.

Walaupun bernama Masjid Agung Qubah Timah, Molen menyebutkan tidak semua bahan masjid terbuat dari timah. Dinamakan Masjid Agung Qubah Timah agar Bangka Belitung memiliki ikon timah yang merupakan komoditas andalan sejak berabad-abad lalu.

Baca Juga  Isu Penculikan Anak di Babel, Irjen Pol Yan Sultra: Kita Lihat Dulu motif dan Modus Pelaku

“Kalo semuanya terbuat dari timah bisa rubuh masjid ini. Disamping ada Gereja Manantha yang berdiri sejak tahun 1927 lalu, ini menandakan persaudaraan di Kota Beribu Senyuman meski berbeda agama. Di depan ada titik Nol Kilometer, di Jalan Sudirman ini saya pengen menjadi simbol keharmonisan agama dan ikon timah, nanti kelenteng disana juga kita usahakan ornamen dari timah,” katanya.

Selain itu, Molen menjelaskan Masjid Agung Qubah Timah berbentuk tudung saji, karena merupakan budaya turun temurun adat istiadat Bangka Belitung. Dengan demikian, secara budaya dan historisnya juga dapat terlihat.

“Masjid Agung Qubah Timah ini memiliki 7 imam, 4 muazin dan 7 marbot yang diseleksi oleh tim yang berkompeten, sehingga yang terpilih adalah orang yang terbaik di Kota Pangkalpinang,” ujarnya. (Abril)

Baca Juga  Yuk Rayakan Malam Pergantian Tahun di The Atlantis Kingdom Swiss-belhotel Pangkalpinang