Saya merasa sangat senang dan bangga karena untuk pertama kalinya saya menjadi narasumber dalam berita yang ditulis oleh rekan-rekan.

Melalui workshop ini kami mendapatkan titik terang dari karya sederhana yang kita tulis tidak ada yang buruk, tidak ada yang sia-sia.

Workshop ini memotivasi kami untuk semakin berani menggoreskan tinta hitam di atas kertas putih dan hal tersebut tidak segan-segan lagi kami lakukan sekarang.

Kepala SMAN 1 Payung, Nurhasan berharap melalui workshop yang bertajuk “Langitkan karya Bumikan Literasi Indonesia”  dapat meningkatkan literasi dan minat baca para peserta didik di SMAN 1 Payung.

Sementara itu, Kacabdin III Babel, DR Wahyudi mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh SMAN 1 Payung.

Baca Juga  Polda Babel Usut Dugaan Tipikor Pembangunan Dermaga Penutuk Rp11,2 M

Ia berharap melalui workshop ini akan muncul penulis muda yang handal yang mampu mengangkat nama sekolah serta daerah.

“Satu lagi yang harus kita fahami dengan literasi kita akan mampu mengintervesi orang banyak,” kata Wahyudi.

Suatu pesan berharga dari kegiatan workshop, yang disampaikan Ketua PWI Basel bahwa menulis tidak perlu bakat tetapi kemauan, kalau kamu mau dan giat, nantinya akan berbuah manis. (Maria Sareng Putri SMAN 1 Payung)