Anyaman Sahabat Lais Beltim Jadi Subjek Riset KBKM Kemendikbudristek
“Produk anyaman lais sebelumnya memang sudah punya potensi namun masih memiliki ruang untuk sama-sama kita kembangkan menjadi lebih baik, dengan menggunakan dua teknik,” ungkap Mega bercerita.
Lebih lanjut Mega mengatakan teknik yang digunakan adalah teknik pewarnaan dan teknik sulam, selain itu untuk meningkatkan potensi pengrajin juga disertakan berbagai pelatihan sortir produk agar kualitasnya lebih baik dan pelatihan pewarnaan.
“Sebagai mentor saya memiliki latar belakang design produk dan memiliki usaha di bidang itu, namun para mahasiswa memiliki background yang berbeda-beda tapi arahannya adalah mengembangkan anyaman lais ini dan belajar bareng denga para perajinnya juga,” sambung Mega.
Terakhir, pemilik usaha yang bergerak di bidang design “Studio Dapur” ini menjelaskan bahwa peningkatan kualitas produk anyaman lais yang dipamerkan pada acara ini merupakan hasil eksplorasi para pengrajin, hasil dari arahan yang dilakukan mentor dari praktisi dan para mahasiswa dari program KBKM. (Wr Kominfo Beltim)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.