Sedangkan gelombang ketiga ia menyajikan para kopiholic dengan variant kopi arabika yang ia impor dari Rwanda Afrika dengan sajian kopi menggunakan teknik manual brew menggunakan filter.

“Gelombang ketiga ini penikmat kopinya kopi tanpa gula tanpa susu. Jadi manis asem dari kopinya langsung,” jelasnya.

Untuk kopi tipe specialty ini, Wen Kie langsung mengirim kopi Panama yang ia pesan melalui kerabatnya di Swedia.

“Kopi specialty ini saya pesan langsung dari teman saya di Swedia. Dia orang Indonesia yang tinggal disana,” katanya menunjukan kemasan kopi tipe specialty.

Berbagai macam varian kopi kekinian ia sajikan saat ini seperti capuccino, vanila latte, kopi susu gula aren, mochaccino, matcha dan aneka varian kopi kekinian tersaji di kedai miliknya.

Baca Juga  5 Ide Bisnis yang Cocok Untuk Mahasiswa

“Yang paling banyak diorder itu vanilla latte, mochaccino dan kopi susu gula aren. Ini sangat laris,” ungkapnya.

Sebanyak 95 persen pelanggan Kedai CB Kopi Tungku menyukai jenis kopi kekinian. Dan 5 persennya masih setia pada sajian kopi tradisional yang ia brew dengan kepiawaiannya.

“Tergantung segmennya. Kalau usia 40 tahun ke atas masih setia di kopi tradisional. 95 persennya memilih kopi kekinian,” kata Wen Kie.

Dia juga mendukung sektor perkebunan para petani kopi lokal dari Desa Pelawan dan Petaling, Bangka Belitung. Wen Kie tetap memasok kopi khas Bangka ini dengan mengolah dari proses sangrai hingga menjadi minuman.

“Kopi lokal dari Bangka ini memang ada aroma rasa yang kuat. Rasanya pahit dan ada aroma coklatnya. Dari pasca panennya masih perlu diperbaiki lagi,” terangnya.

Baca Juga  5 Tips dan Trik Menjadi Beauty Blogger Sukses Dan Cuan

Tak hanya sekedar berbisnis dan menyajikan racikan kopi terbaik. Wen Kie pun tak pelit dengan ilmu di dunia kopi. Dia kerap memberikan edukasi kepada kopiholic dan para remaja yang tertarik dengan dunia kopi.

Wen Kie pun kerap diundang menjadi juri di berbagai event perlombaan barista. Dia berharap semakin banyak para generasi muda yang mengetahui dunia kopi mulai dari proses tanam, pengolahan kopi sehingga menjadi minuman yang dikenal di penjuru dunia.

Baginya dunia kopi tidak akan pernah lekang oleh waktu dan akan terus berkembang dari teknologi pengolahannya dari zaman ke zaman.

“Coffee is never die. Akan selalu ada kopiholic di setiap zamannya,”pungkasnya.(**)

Baca Juga  Skill Komunikasi Bisa Jadi Penentu Kelancaran Bisnis, ini Tipsnya