Berkah Kalian, Hotel Pertama di Kota Mentok yang Tetap Bertahan di Usianya Hampir 20 Tahun
BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Sudah hampir dua dekade, sebuah hotel yang didirikan Herman Bong di Kota Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Bangka Belitung (Babel) tepatnya pada 1 September 2004 silam masih terus beroperasi hingga saat ini.
Padahal saat ini, sejumlah hotel, rumah tinggal (home stay), kontrakan hingga kos-kosan kian ramai memadati tiap sudut kota di ujung barat Pulau Bangka itu. Tentunya dengan kondisi bangunan yang lebih baru, fasilitas memadai dan letak strategis bahkan harga murah.
Akan tetapi hotel yang bernama Berkah Kalian tersebut seakan tak hirau meski usianya telah usang. Bukan hanya itu, secara geografis, letak Hotel Berkah Kalian juga bisa dibilang tidak begitu strategis dan berada di sudut kota. Tak jauh dari Pelabuhan Tanjung Kalian.
Lebih persisnya sekitar 2,4 Km dan dari pusat kota sekitar 4,5 Km. Lantas apa motivasi pengelola tetap menjalankan hotel yang pertama kali berdiri di Kota Mentok tersebut? Ya, bersyukur jadi kunci utama hotel tersebut tetap eksis dan menerima tamu hingga saat ini.
“Jadi kita bersyukur aja karena sampai sekarang masih diberikan kesehatan, makanya kita bertahan. Mau dia ramai, mau dia sepi, kuncinya bersyukur dulu kepada Tuhan kita masih buka,” ujar Pemilik Berkah Kalian Hotel Konrianto kepada penulis, Minggu (12/11/2023).
Anak kandung mendiang Herman Bong ini mengungkapkan, lagi-lagi bersyukur adalah kunci utama bisnis akomodasi itu tetap ia jalankan. Apalagi beberapa tahun terakhir dunia dilanda wabah Covid-19 dan membuat perekonomian masyarakat di Indonesia terseok-seok.
“Masa pandemi covid kemarin sangat lumayan berdampak ke kita, tapi kami masih tetap bertahan. Apalagi kita ini hanya mendapatkan omzet lebih pada saat momen tertentu seperti lebaran dan nataru. Tapi rupanya lebaran tahun ini, sepi juga, syukuri saja,” terangnya.
Kisah Awal dan Cikal Bakal Berkah Kalian Hotel Berdiri

Akon, sapaan akrabnya menceritakan kisah awal mula berdirinya Berkah Kalian Hotel. Menurutnya, sekitar tahun 1993 kedua orang tuanya mengawali bisnis dengan membuka rumah makan makanan hasil laut (seafood), persis di sebelah lokasi bangunan hotel saat ini.
Seiring berjalan waktu, ide mendirikan sebuah tempat menginap yang layak muncul setelah melihat mobilisasi masyarakat dari luar daerah saat berada di Kota Mentok. Entah itu dalam rangka pekerjaan, atau sekadar berlibur ke Ibukota Negeri Sejiran Setason itu.
“Jadi saat melihat aktivitas masyarakat dari luar di Kota Mentok, mereka ini pulangnya ke Pangkalpinang. Ide yang muncul dari sini, bagaimana di Mentok ada tempat menginap supaya ketika ada kegiatan menginap di sini, kasihan kan harus bolak-balik,” bebernya.
Lagi pula, kata Akon, ketika ada tamu dari luar menginap di Kota Mentok akan berefek pada perputaran ekonomi di masyarakat. Maka dari itu, di perjalanan ide mendirikan hotel terus menguat dan orang tuanya mulai mengumpulkan dana yang cukup.
“Dari sana kemudian lahan yang ada di sebelah rumah makan mulai digarap secara bertahap membuat bangunan kamar-kamar. Awal mula dulu baru 20 kamar dulu dengan harga sekitar Rp 80 ribu per malam untuk kelas kamar standar yang ada kipas angin,” katanya.
“Kalau yang kelas kamar AC waktu itu Rp 150 ribu per malam di tahun 2004. Jadi kita buka pertama kali di tahun 2004 tanggal 1 September dan bertepatan dengan momentum adanya kegiatan PON di Kota Palembang,” tambah Akon.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.