“Kemarin sudah sekali dan ada beberapa berkas belum lengkap, berkasnya lengkap tapi belum ada istilah yang mengatakan Hanandjoeddin betul-betul pejuang. Jadi ini kita akan diskusi, kita menggali referensi mengenal sosok Hanandjoeddin ini,” ungkapnya.

Pada FGD itu nantinya, dijelaskan Budi, akan disepakati bersama dan pihaknya akan berkonsultasi dengan Kementerian Sosial RI sebelum memasukkan pengajuan tersebut.

Hal itu untuk mengetahui apakah sudah ada narasi yang mengatakan perjuangan dari Hanandjoeddin yang dibuktikan dengan fakta dan data.

“Terakhir kita mengajukan tahun 2022, kita mengajukan dan kita belum dapat. Tahun 2023 kita tidak berani, 2023 kita laksanakan FGD dan insya Allah 2024 (Diajukan) Dan tetap sebelum mengajukan harus konsultasi, karena tinggal satu tiket lagi, jangan sampai kita gagal,” pungkasnya.

Baca Juga  Rayakan HUT ke-1, Perhimpunan INTI Bangka Belitung Gelar Beragam Kegiatan Sosial