Sembari berjalan, nanti beberapa ruang akan direhabilitasi dan ditambah di dalam lingkungan Pustu Belolaut ke arah bagian belakang. Yang mana, Dinkes akan mengusulkan alokasi dana senilai Rp300 juta pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun 2024.

“Kemarin sudah saya sampaikan juga ke Pak Sekda, ini kalau mau beroperasi sesuai permintaan masyarakat tentu harus ada penambahan. Karena di situ harus ada apotek yang melayani obat, laboratorium untuk pemeriksaan kesehatan. Karena konsepnya ini rawat jalan,” bebernya.

“Kalau dia inap bisa langsung ke RSUD cukup dekat. Aturan dari BPJS harus dari FKTP dulu untuk pasien rujukan, Kendalanya selama ini, warga sana yang mau berobat sebetulnya layak rujuk harus ke Mentok dulu. Di sinilah masalahnya, makanya muncul ide ini,” ujarnya.

Baca Juga  Program Cek Kesehatan Gratis Mulai Dilaksanakan di Bangka Barat

Saat ini, sebut Rangkuti Pustu Belolaut memiliki masing-masing 1 orang bidan dan perawat. Mulai 1 Januari 2024 nanti, akan dihadirkan tenaga kesehatan dari dokter umum 1 orang yang akan bekerja dan menetap selama 6 hari Senin hingga Sabtu.

“Untuk dokter umumnya nanti bisa dari Puskesmas Mentok kita ambil secara bergantian atau tetap. Atau bisa juga melalui rekrutmen baru karena sampai hari ini kita juga masih kekurangan lima orang tenaga dokter umum,” sebut Rangkuti.