“Kritikan pasti ada karena selama 23 tahun Babel berdiri ada yang sudah ada hasilnya, namun ada juga yang hasilnya masih membutuhkan proses panjang agar Babel lebih baik dan sejahtera. Karena itu masyarakat harus berhati-hati melahirkan pemimpin ke depan,” ujarnya.

Dia berharap di 23 tahun Babel, ada perubahan terhadap tata kelola pemerintah di daerah karena penempatan-penempatan aparatur itu harus disesuaikan dengan disiplin ilmu yang dimiliki para pejabat eselon sehingga terlihat kompetensinya.

“Pemprov Babel juga kita harap dapat memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dan berani mengalokasikan dana untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat karena tema besar kita 23 tahun ini dasarnya bagaimana menyejahterakan masyarakat,” ujarnya. (**)

Baca Juga  18 Kursi Kosong saat Paripurna DPRD Pangkalpinang, Abang Hertza: Maklum, Tahun Politik