Terapis akan merespons emosi tersebut dan mengarahkan pasien untuk menciptakan perilaku yang positif dan efektif dalam menghadapi masalah.

2. Terapi Psikoanalitik dan Psikodinamik

Terapi psikoanalitik dan psikodinamik bertujuan untuk mencari tahu kejadian atau pikiran negatif yang memengaruhi perilaku pasien.

Terapis akan melakukan anamnesis (wawancara medis) dengan pasien untuk mengetahui hal-hal yang dapat memicu pikiran negatif, lalu membimbing pasien untuk mengubah pikiran tersebut agar lebih siap dalam menghadapi masalah.

3. Terapi Interpersonal

Terapi interpersonal atau interpersonal psychotherapy (IPT) dilakukan dengan memandu pasien untuk menilai cara mereka dalam berhubungan dengan orang lain.

Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi yang sehat dan kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

Baca Juga  Indonesia Harus Akui Keunggulan China Taipei 1-0

4. Terapi Keluarga

Terapi keluarga adalah terapi yang ditujukan bagi pasien yang memiliki gangguan psikologis yang berkaitan dengan keluarga.

Terapi ini tidak hanya melibatkan pasien, namun juga anggota keluarga dengan tujuan untuk mengatasi masalah bersama keluarga dan memperbaiki hubungan antar anggota keluarga.

5. Hipnoterapi

Hipnoterapi bertujuan untuk membantu mengendalikan perilaku dan emosi pasien dengan memasuki alam bawah sadar untuk memberikan sugesti-sugesti tertentu.

Hipnoterapi menggunakan metode hipnosis yang membuat pasien fokus dan merasa rileks selama prosedurnya sehingga perilaku negatif di masa lalu dapat dikendalikan.

6. Psikoterapi Suportif

Psikoterapi suportif ditujukan bagi pasien yang ingin mengembangkan kemampuan dalam mengatasi stres dan masalah di masa depan. Terapis akan memberikan dorongan untuk memperkuat coping mechanism dan mengurangi kecemasan.

Baca Juga  Rekomendasi Build Guinvere ala MobaZane, Dijamin Bikin Ngeri

7. Terapi Penerimaan dan Komitmen

Terapi penerimaan dan komitmen atau acceptance and commitment therapy (ACT) bertujuan untuk membantu pasien menyadari dan menerima perasaan serta emosi mereka.

Hal ini dilakukan untuk menghentikan kebiasaan menyangkal atau denial. Kemudian, pasien akan diarahkan untuk menerima dan berkomitmen dalam mengubah pola pikir serta emosinya.

8. Terapi Perilaku Dialektis

Terapi perilaku dialektis bertujuan untuk membimbing pasien dalam mengatur emosi dan menerapkan perilaku positif dalam menangani stres. Terapi ini biasanya ditujukan untuk penderita dengan suicidal tendencies, PTSD, dan eating disorder. (Dilansir dari Siloamhospitals.com)