Ternyata, penyerangan yang dilakukan OTD tersebut bukan peristiwa sungguhan, melainkan simulasi yang digelar Angkasa Pura II Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

“Kegiatan ini sudah terencana dengan baik karena bagian dari pelatihan contigency dan emergency exercise,” kata Executive General Manager Angkasa Pura II Bandara Depati Amir Pangkalpinang Mohammad Adiwiyatno kepada wartawan usai menyaksikan pelatihan tersebut, di Gate 4 Terminal Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Ia mengatakan latihan darurat keamanan skala penuh Airport Contigency Exercise dan latihan penanggulangan keadaan darurat Airport Emergency Exercise Bandara Depati Amir Tahun 2023 ini dilakukan dua tahun sekali.

“Ini semua hanya latihan sehingga semua nampak seperti kejadian sesungguhnya. Latihan ini kita lakukan untuk melihat kesiapan fasilitas dan SDM kita jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.(**)

Baca Juga  Tiba Perdana di Pangkalpinang, Super Jet Air akan Layani Tiga Kali Penerbangan